2.1 Topologi Jaringan

Dalam pembahasan tentang Konfigurasi Debian sebagai Server pada pertemuan ini, mengacu pada topologi jaringan seperti yang tertera pada gambar berikut.

Topologi Star

Topologi di atas menggunakan Topologi Star (Bintang). Dan Topologi tersebut tidak berlaku jika server Debian digunakan sebagai Router (Gateway) atau VPN Server. Karena pada kedua layanan tersebut server Debian harus memiliki minimal dua NIC (Network Interface Card), dan harus di posisikan langsung dengan Internet. Kecuali jika menggunakan Ip Address Alias.

Informasi dari setiap perangkat jaringan tersebut adalah seperti berikut;

Perangkat InterfaceAddressNetmaskGatewayDNS-NameServerSistem Operasi
Routereth0119.2.40.22255.255.255.252119.2.40.21119.2.40.21Mikrotik

eth1 192.168.10.254 255.255.255.0-


Server
eth0192.168.10.1255.255.255.0192.168.10.1119.2.40.21Debian Lenny
Clienteth0 192.168.10.2-253255.255.255.0192.168.10.1192.168.10.1Windows XP




192.168.10.254



2.2 Mengaktifkan Ethernet

Network Interface Card (NIC) atau Ethernet di linux diberi nama etho, eth1, eth2, dst. Dan untuk interface Local Loopback diberi nama lo. Untuk mengetahui interface apa saja yang terpasang pada server Debian, gunakan
perintah ifconfig berikut.

debian-server:/home/fahrul# ifconfig
lo      Link encap:Local Loopback
        inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
        inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
        UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
        RX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
        TX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
        collisions:0 txqueuelen:0
        RX bytes:3036 (2.9 KiB) TX bytes:3036 (2.9 KiB)

Seperti terlihat diatas, Interface yang aktif hanyalah interface Loopback. Sebagai tambahan, jangan pernah sekali-kali untuk menon-aktifkan interface Loopback tersebut. Sebab interface tersebut digunakan oleh aplikasi-aplikasi
server Debian agar dapat berjalan pada computer Localhost.
Agar dapat terkoneksi ke Jaringan Komputer, aktifkan terlebih dahulu Interface Ethernet. Pastikan nama untuk Ethernet tersebut, default untuk Ethernet pertama adalah etho. Gunakan perintah ifup untuk meng-aktifkan, dan sebaliknya gunakan perintah ifdown.
debian-server:/home/fahrul# ifup eth0
Jika muncul pesan error pada layar terminal, gunakan perintah berikut di bawah.

debian-server:/home/fahrul# ifconfig eth0 up
debian-server:/home/fahrul# ifconfig
eth0     Link encap:Ethernet HWaddr 00:0c:29:58:cf:68
      inet addr:192.168.10.1 Bcast:192.168.10.255 Mask:255.255.255.0
         inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe58:cf68/64 Scope:Link
        UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
        RX packets:1610 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
        TX packets:1419 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
        collisions:0 txqueuelen:1000
        RX bytes:189305 (184.8 KiB) TX bytes:198940 (194.2 KiB)
        Interrupt:18 Base address:0x1080
lo      Link encap:Local Loopback
        inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
         inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
        UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
        RX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
        TX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
        collisions:0 txqueuelen:0
        RX bytes:3036 (2.9 KiB) TX bytes:3036 (2.9 KiB)


2.3 Konfigurasi IP Address

Semua peralatan yang terhubung ke jaringan computer, membutuhkan alamat khusus yang disebut Ip Address. Agar semua peralatan tersebut dapat berhubungan satu sama lain. Oleh sebab itu, Network Interface Card tidak akan berarti apa-apa, jika Ip Address pada interface tersebut tidak diset terlebih dahulu.
Memberi Ip Address pada linux debian tidaklah sulit. Untuk cara cepatnya, gunakan perintah singkat dibawah ini.
debian-server:/home/fahrul# ifconfig eth0 192.168.10.1 netmask 255.255.255.0 up
 
Kelemahan perintah di atas adalah, jika computer booting ulang, maka konfigurasi Ip Address tersebut akan hilang. Untuk itu kita harus mengedit file interfaces, agar konfigurasi tersebut tidak hilang walaupun computer booting ulang. Kita bisa menggunakan aplikasi text editor vim, vi, nano, gedit ̧ ataupun yang lainya untuk mengedit file tersebut. Saya sarankan, lebih baik Anda menggunakan editor vim saja.


debian-server:/home/fahrul# vim /etc/network/interfaces
# This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The local network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
          address 192.168.10.1
          netmask 255.255.255.0
          gateway 192.168.10.254
          dns-nameservers 119.2.40.21

Tambahkan Ip Address anda seperti script di atas. Khusus editor vim, kita harus menekan huruf “i” (INSERT) untuk mengedit. Setelah dirasa konfigurasi sudah benar, tekan tombol “Esc”, lalu tekan “:” dan tuliskan “wq” (WRITE & QUIT). Jika tidak ingin menyimpanya, tuliskan “q!” (Only Quit).

Kata auto yang terletak di depan nama suatu interface, menandakan bahwa interface tersebut akan dinyalakan secara otomatis pada saat computer booting. Interface lo tidak memiliki konfigurasi Ip Address, karena lo digunakan sebagai loopback sehingga memiliki Ip Address yang pasti yakni 127.0.0.1 Alamat IP ini digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Konfigurasi Ip Address untuk ethO harus diberikan secara manual, karena interface tersebut menggunakan IP statis.

Agar konfigurasi tersebut dapat langsung dijalankan, kita harus merestart terlebih dahulu service networking.

debian-server:/home/fahrul# /etc/init.d/networking restart
Jika ingin menambahkan interface lagi, tinggal tambahkan script seperti diatas, pada baris paling bawah. Dan ganti etho, menjadi eth1, eth2, eth3, dan seterusnya.


Untuk melihat table routing pada linux, gunakan perintah berikut.

debian-server:/home/fahrul# route -n


2.4 Menambahkan DNS

Agar server Debian dapat terkoneksi ke Internet, harus kita tambahkan dns-name-server terlebih dahulu. Biasanya DNS tersebut, kita dapatkan dari ISP (Internet Service Provider). Daftarkan DNS tersebut pada file resolv.conf.


debian-server:/home/fahrul# vim /etc/resolv.conf
search debian.edu
nameserver 192.168.10.1
nameserver 119.2.40.21

2.5 Setting Repository

Installasi software pada system operasi inux bisa dilakukan melalui berbagai cara. Mulai lewat CD, DVD, Flashdisk, ataupun melalui media jaringan seperti HTTP dan FTP. Kurang lebih seluruh software dalam distro Debian Lenny
dikemas dalam 16 CD, atau tepatnya 5 DVD.

Cara ini kita gunakan jika server Debian tidak terkoneksi ke Internet, alias hanya untuk jaringan Lokal. Kelebihanya adalah installasi software lebih cepat dibanding installasi melalui media jaringan. Masukan CD/DVD Debian pada DVD-ROM, kemudian gunakan perintah berikut.

debian-server:/home/fahrul# apt-cdrom add
debian-server:/home/fahrul# apt-get update
Jika terdapat 5 DVD, masukan DVD tersebut satu persatu. Kemudian lakukan hal yang sama seperti cara di atas.


Untuk installasi software melalui media jaringan, dibutuhkan sebuah server khusus yang bernama Repositori Server. Repositori Server tersebut berisi file-file binary dari seluruh paket software sebuah distro Linux. Dimana pada
nantinya software tersebut dapat didownload, atau bahkan diinstall langsung oleh client Linux melalui media jaringan.
Semua alamat repositori diletakan pada file sources.list berikut.

debian-server:/home/fahrul# vim /etc/apt/sources.list
# Ropository via DVD/CD
#deb cdrom:[Debian GNU/Linux 5.0.0 _Lenny_ - Official i386 DVD Binary-1 20090214-16:54]/ lenny contrib main
#
# Repository Jaringan Internasional
deb http://security.debian.org/ lenny/updates main contrib
deb-src http://security.debian.org/ lenny/updates main contrib
Tambahkan alamat Repositori Server pada file tersebut. Dan beri tanda “#” yang berarti Disable, pada alamat repositori yang tidak diperlukan.
Update database repositori, agar dapat mengenali seluruh paket software yang tersedia.

debian-server:/home/fahrul# apt-get update
debian-server:/home/fahrul# apt-get upgrade


2.6 IP Address Alias

Ip Address Alias adalah suatu kondisi, dimana kita diharuskan menggunakan dua atau lebih Ip Address dalam satu NIC (just One network adapter). Seolah-olah computer kita memiliki dua buah NIC, dan terkoneksi dalam dua atau lebih jaringan yang berbeda. Masih dalam file interfaces, tinggal tambahkan scripts untuk Ip Alias berikut. Dalam Ip Address Alias, tinggal
tambahkan sub-nomor di belakang nama interface asli. Misal eth0:0, eth0:1, eth0:2 atau eth1:0, eth1:1 dan seterusnya.

debian-server:/home/fahrul# vim /etc/network/interfaces
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The local network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
          address 192.168.10.1
          netmask 255.255.255.0
          network 192.168.10.0
          broadcast 192.168.10.255
          gateway 192.168.10.254
          dns-nameservers 192.168.10.1
# The local alias network interface
auto eth0:0
iface eth0:0 inet static
          address 10.10.10.1
          netmask 255.255.255.0
Jangan lupa untuk selalu merestart service networking, setiap kali selesai mengkonfigurasinya.

debian-server:/home/fahrul# /etc/init.d/networking restart

2.7 Host Name

HostName digunakan untuk penamaan pada setiap computer dalam jaringan, agar memiliki nama mesin yang berbeda. HostName tersebut memudahkan kita dalam membedakan setiap computer dalam jaringan, dibandingkan
menghafal setiap Ip Address yang berbentuk numerik. Pada system operasi Linux dan Windows, layanan tersebut berjalan pada protocol NetBIOS.

Secara otomatis, ketika kita meng-install system operasi Debian, kita akan ditanya terlebih dahulu tentang pemberian nama HostName tersebut. Namun kita masih dapat merubah nama HostName tersebut, tanpa install
ulang tentunya.

Buka dan edit file hosts berikut, dan tambahkan Ip Address pada baris kedua, kemudian domain, lalu hostname.

debian-server:/home/fahrul# vim /etc/hosts
127.0.0.1       localhost
192.168.10.1    debian.edu      debian-server
#. . .

File konfigurasi kedua adalah untuk HostName-nya sendiri.

debian-server:/home/fahrul# vim /etc/hostname
debian-server

tau untuk cara cepatnya, bisa menggunakan perintah echo.

debian-server:/home/fahrul# echo “debian-server” > /etc/hostname
debian-server:/home/fahrul# cat /etc/hostname
debian-server

Restart, agar nama HostName tersebut diaplikasikan langsung oleh system Debian.

debian-server:/home/fahrul# /bin/hostname –F /etc/hostname
debian-server:/home/fahrul# hostname
debian-server